Tuesday, November 27, 2007

Mengembalikan Folder Yang Hilang (Windows XP)

Ada sebuah cerita sederhana seperti ini ;

“ Komputer saya terkena virus, setelah saya scan menggunakan antivirus, virus itu berhasil dihilang atau dibersihkan, tetapi ketika setelah saya restart ada beberapa Folder di komputer saya yang hilang”.
“ Flashdisk terkena virus, setelah di scan menggunakan antivirus, flashdisk terbebas dari virus tetapi kenapa ketika flasdisk itu saya coba buka di komputer lain banyak folder yang hilang, sudah coba dicari dengan Properties Tools, Folder Option, View, Show Hidden Files and Folders, bisa terlihat tapi untuk membuang checklist pada Attribut tetapi masih tidak bisa diaktifkan ? “.

Dari dua persoalan tersebut dapat disimpulkan bahwa komputer tempat kita bekerja terserang virus yang berekstensikan .scr.

Cara kerja virus ini sangat sederhana yaitu merubah setiap folder yang ada di komputer atau flashdisk menjadi file applikasi dengan kapasitas yang digandakan menjadi 32 Kb (tertulis disaat kita membuka). dan ketika coba di bersihkan menggunakan antivirus dari salah satu vendor, virus tersebut bisa di hilangkan tetapi effect yang ditimbulkan dari scanning tadi adalah folder-folder yang terserang virus ini menjadi hilang.

Sebenarnya folder tersebut tidak hilang namun disembunyikan saja. Dan folder yang hilang tersebut dapat kita kembalikan dengan menggukan perintah attrib pada command prompt. Cara sangat sederhana sekali namun sebelum mengupas bagaimana mengembalikan Folder yang hilang tersebut akan kita kupas sedikit tentang attribute ini.
Untuk melihat Properties attribute dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1. Melalui Windows Prompt


2. Melalui Command Prompt


Command attribute bekerja pada DOS command prompt, memiliki beberapa fungsi salahsatunya adalah untuk menset attribute dari suatu file apakah file tersebut akan diberi
attribute :
- read-only file attribute
- Archive file attribute
- System File Attibut
- Hidden File Attribut
Untuk mengembalikan Folder yang hilang tersebut menggunakan cara yang kedua yaitu melalui command prompt.

Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Klik start


2. Kemudian pilih run


3. Kemudian ketikan kata cmd


4. Selanjutnya akan muncul command prompt


5. Nah inilah bagian yang terpenting dari pembahasan kita kali ini, pada command prompt ini kita ketikkan attrib /? Untuk mengetahui beberapa perintah pada properties attribute melalui command prompt.


6. selanjutnya pada pompt tersebut akan muncul sederatan kalimat yang menjelaskan tentang attribute seperti :
- tanda (+) untuk sets an attribute
- tanda (– ) untuk Clears an attribute
- huruf R untuk read-only file attributes
- huruf A untuk Archive file attribute
- huruf S untuk System file attribute
- huruf H untuk Hidden file attribute
- /S untuk proses penyamaan file di dalam folder sebelumnya dan semua subfolder yang ada di komputer
- /D untuk proses yang akan dilakukan terhadap folder itu sendiri

7. Kembali kepada Folder yang hilang tersebut maka perintah yang kita ketikkan pada command prompt ini adalah : (ketikkan perintah ini pada Drive C:\> atau D:\> atau dimana ada Folder yang hilang).
attrib –s –h *.* /S /D


8. Selanjutnya refresh komputer atau semua drive yang ada di komputer kita, hasilnya adalah BAM !!!, folder yang hilang tersebut muncul kembali.

Jadi sekarang kita tidak perlu khawatir lagi dengan folder yang hilang karena terserang virus .scr.
Bahkan kita bisa membuka folder orang lain yang di hidden .. (hehe.. tapi saya tidak merekomendasikannya lho …) selamat mencoba.

Sumber : Davit Krniawan

FLU TIDAK MEMERLUKAN ANTIBIOTIK

Flu, atau influenza, merupakan penyakit virus yang menyerang alat pernafasan atas dan datang mendadak. Ia paling sering timbul sewaktu perubahan musim atau cuaca. Dalam bentuk yang lengkap ia disertai demam, batuk dan pilek-bersin, juga rasa pegal di otot dan tulang. Kadang-kadang dibarengi dengan sakit kepala, diare atau mual. Yang jelas, flu harus dibedakan dari pilek biasa atau pilek alergis.

Flu maupun pilek biasanya tidak perlu diobati dengan antibiotik, karena virus tidak mempan antibiotik. Antibiotik hanya kadang-kadang dibutuhkan bila terdapat komplikasi infeksi dengan kuman; dan hal ini hanya terjadi sekitar 5% dari semua kasus. Ironisnya, menurut statistik hampir semua penderita yang berobat ke dokter diberi antibiotik, karena mungkin dokter tidak yakin terhadap ilmunya sendiri. Hal ini menimbulkan masalah besar karena pemakaian antibiotik menjadi sangat berlebihan. Ini bisa menyebabkan kekebalan kuman dan membuat kuman tubuh yang jinak menjadi ganas. Padahal transformasi ini sudah bisa terjadi dalam 3 hari. Akibatnya infeksi virus justru terkomplikasi dengan kuman dan flu malah justru berkepanjangan.

Sebenarnya flu memerlukan pengobatan yang sederhana saja. Penderita harus beristirahat dan mengurangi aktivitasnya, termasuk bicara banyak. Olah raga sebaiknya dihentikan sementara. Bila disertai demam, penanggulangannya bisa dilihat di rubrik ini bulan lalu. Bertentangan dengan pemahaman yang luas beredar di masyarakat, sejak lama penelitian telah membuktikan bahwa antibiotik itu tidak mempercepat penyembuhan flu. Sebaliknya pemberian obat sederhana saja, yang mengurangkan simtom pilek, batuk dan panas, akan mengurangi gejala dan mengurangi penderitaan.

Obat untuk flu perlu mengandung campuran obat demam (parasetamol, ibuprofen), komponen pilek (efedrin, pseudo-efedrin, atau fenilpropanolamin) untuk mengeringkan hidung, dan komponen obat batuk (dekstrometorfan atau noskapin). Bila gejalanya hanya disertai demam maka tidak perlu makan semua komponen.

Bagaimana bila hanya pilek? Cukup pilih obat bebas yang mengandung komponen pilek saja; bila dicampur dengan komponen antihistamin (CTM, misalnya) masih diperbolehkan. Pemilihan obat kombinasi tergantung kecocokan individual. Sedangkan membeli antibiotik sendiri di pasar betapa pun tidak dapat dibenarkan. Soalnya antibiotik digolongkan dalam obat berbahaya, karena harus dikontrol pemakaiannya (hanya untuk yang benar-benar memerlukan). Para dokter yang telanjur salah kaprah tentang penggunaan antibiotik diimbau untuk tidak melakukannya lagi. Alangkah baiknya kalau mereka mau beralih ke cara pengobatan yang rasional.

Efek samping antibiotik selain dapat menimbulkan masalah resistensi, efek sampingan yang serius, bahkan kadang-kadang dapat menimbulkan kematian. Makan obat yang mubazir karena tidak efektif dan dapat menimbulkan reaksi yang berbahaya sebenarnya bertentangan dengan pertimbangan manfaat/risiko dalam prinsip pengobatan. Bila seluruh masyarakat terus melakukan kekeliruan itu, maka risikonya menjadi sangat besar. Resistensi kuman akan menyebabkan hilangnya keampuhan antibiotik pada saat ia benar-benar diperlukan.

Bagaimana dengan tambahan berbagai obat lain? Vitamin dan pengencer dahak tidak mutlak diperlukan dan perlu dinilai secara individual. Yang perlu diingat, dengan atau tanpa antibiotik flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga seminggu. Namun bila tidak, sebaiknya konsultasikan kepada dokter keluarga anda. Yang perlu ditentukan ialah apakah demam yang diderita itu tidak disebabkan oleh penyakit lain atau apakah obatnya perlu diubah?

USIR JAMUR DARI KULIT SI KECIL

Salah satu fungsi kulit adalah melindungi tubuh. Fungsi ini akan menurun atau terganggu jika terjadi infeksi jamur pada kulit. Setelah "menempel", jamur akan menyerang kulit dan menyebabkan peradangan. Gejala yang tampak jelas yaitu munculnya warna kemerahan atau kehitaman disertai sisik pada kulit yang terinfeksi. Pada tingkatan yang paling parah, infeksi jamur bisa terjadi di dalam jaringan darah sehingga menyebabkan munculnya benjolan-benjolan bernanah.

PENYEBAB TUMBUH JAMUR
1. Lembap. Jamur tumbuh subur di daerah tropis, seperti Indonesia. Dalam skala kecil, lingkunganrumah yang lembap dapat menyebabkan tumbuhnya jamur.
2. Panas. Udara panas akan menyebabkan orang berkeringat. Baju menjadi basah, jamur pun tumbuh dan menyerang kulit sehingga menimbulkan infeksi.
3. Gesekan kulit. Misalnya pada bagian lipatan paha. Tingkat kelembapan yang relatif tinggi di wilayah yang terkena gesekan itu menyebabkan jamur juga tumbuh.
4. Pemakaian antibiotika dalam jangka panjang dapat mencetuskan munculnya jamur.
5. Beberapa penyakit tertentu, misalnya diabetes, bisa juga menimbulkan infeksi jamur.
6. Daya tahan tubuh yang terganggu bisa pula menyebabkan terjadinya infeksi jamur.

TINDAKAN PENGOBATAN

* Perlu diketahui, penyakit kulit bisa disebabkan jamur maupun bakteri. Nah, jika peradangan disebabkan jamur jangan diberi obat antibakteri. Demikian juga sebaliknya. Alih-alih sembuh, malah sakitnya makin parah.
* Di pasaran banyak dijual obat antijamur secara bebas. Ada yang berbentuk salep atau krim, obat minum, sabun cair, bedak tabur, dan sampo. Pilihlah obat yang tak memiliki efek samping. Perhatikan petunjuk pemakaiannya dan gunakan secara teratur.
* Langkah terbaik berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obat tersebut. Bagaimanapun, obat-obat itu tidak untuk semua orang. Bisa saja terjadi kontraindikasi atau komplikasi terutama pada anak-anak yang masih kecil.
* Pengobatan bisa berlangsung lama, tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Yang jelas, perlu obat yang menekan pertumbuhan jamur dan mematikannya.
* Jangan menghentikan pengobatan sebelum penyakit jamur benar-benar sembuh. Jamur yang belum terbasmi secara tuntas justru akan "kambuh" lagi. Pengobatan mesti dilakukan menyeluruh, tekun, teratur dan konsisten.
* Jika tak kunjung sembuh berkonsultasilah pada dokter.
* Pengobatan eksim popok bisa dilakukan dengan mengoleskan obat yang dianjurkan dokter. Perhatikan jika terjadi efek samping berupa munculnya tanda kemerahan di kulit. Kalau sudah begitu, segera hentikan pengobatan dan konsultasikan lagi pada dokter.
KIAT MENGHINDARI JAMUR

* Selesai mandi, keringkan bagian-bagian lipatan tubuh anak supaya tak lembap.
*
Gunakan pakaian yang bersih dan menyerap keringat. Sebaiknya, anak tidak menggunakan pakaian ketat.
*
Jika berkeringat, segera ganti pakaian anak dengan yang kering.
* Jangan biarkan anak bertukar pakaian dengan teman atau orang lain. Bisa saja jamur ditularkan melalui pakaian.
* Usahakan mencuci tangan dan kakinya dengan bersih secara rutin.
*
Pastikan sela-sela jari kaki anak selalu kering supaya tak menjadi tempat tumbuhnya jamur.
*
Gunakan kaus kaki yang bersih. Segeralah menggantikan kaus kaki yang basah atau lembap. Sebelum menggunakan kaus kaki, pastikan kaki anak kering.
*
Biasakan menggunakan sandal atau sepatu jika ke kamar mandi dan keluar rumah